Reaksi Netralisasi
04:37 Konsep paling mendasar dan praktis dalam
kimia asam basa tidak diragukan lagi adalah netralisasi. Fakta bahwa
asam dan basa dapat saling meniadakan satu sama lain telah dikenal baik
sebagai sifat dasar asam basa sebelum perkembangan kimia modern.
a. Netralisasi
Neutralisasi
dapat didefinisikan sebagai reaksi antara proton (atau ion hidronium)
dan ion hidroksida membentuk air. Dalam bab ini kita hanya mendiskusikan
netralisasi di larutan dalam air.
H+ + OH-–> H2O (9.33)
H3O+ + OH-–> 2H2O (9.34)
Jumlah mol asam (proton) sama dengan jumlah mol basa (ion hidroksida).
Stoikiometri netralisasi
nAMAVA = nBMBVB
jumlah mol proton jumlah mol ion hidroksida
subskrip A dan B menyatakan asam dan basa, n valensi, M konsentrasi molar asam atau basa, dan V volume asam atau basa.
Dengan
bantuan persamaan di atas, mungkin untuk menentukan konsentrasi basa
(atau asam) yang konsentrasinya belum diketahui dengan netralisasi
larutan asam (atau basa) yang konsentrasinya telah diketahui. Prosedur
ini disebut dengan titrasi netralisasi.
Contoh soal
9.5 titrasi netralisasi
0,500
g NH4Cl tidak murni dipanasakan dengan NaOH berlebih menghasilkan
amonia NH3 yang diserap dalam 25,0 cm3 0,200 mol dm-3 asam sulfat.
Diperlukan 5,64 cm3 NaOH 0,200 mol.dm-3 untuk menetralkan asam sulfat
berlebih. Hitung kemurnian NH4Cl.
Jawab
Ingat asam sulfat adalah
asam diprotik. Dengan mengaasumsikan jumlah mol amonia yang dihasilkan x
m mol, jumlah mol amonia dan natrium hidroksida dua kali lebih besar
dari jumlah mol asam sulfat. Jadi,
x (mmol) + 0,200 (mol dm-3) x 5,64 x 10-3 (dm3)= 2 x 0,200 (mol dm-3) x 25,0 x 10-3(dm3)
x + 1,128 = 10,0
∴ x = 8,872 (mmol)
Karena massa molar amonium khlorida adalah 52,5, 8,872 mmol ekivalen dengan 0,466 g amonium khlorida.
Jadi kemurnian sampel adalah (0,466 g/0,500 g) x 100 = 93 %.
b. Garam
Setiap
asam atau h=garam memiliki ion lawannya, dan reaksi asam basa
melibatkan ion-ion ini. Dalam reaksi netralisasi khas seperti antara HCl
dan NaOH,
HCl + NaOH –> NaCl + H2O (9.35)
asam
basa
garam
air
Selain
air, terbentuk NaCl dari ion khlorida, ion lawan dari proton, dan ion
natrium, ion lawan basa. Zat yang terbentuk dalam netralisasi semacam
ini disebut dengan garam. Asalkan reaksi netralisasinya berlangsung
dalam air, baik ion natrium dan ion khlorida berada secara independen
sebagai ion, bukan sebagai garam NaCl. Bila air diuapkan, natrium
khlorida akan tinggal. Kita cenderung percaya bahwa garam bersifat
netral karena garam terbentuk dalam netralisasi. Memang NaCl bersifat
netral. Namun, larutan dalam air beberapa garam kadang asam atau basa.
Misalnya, natrium asetat, CH3COONa, garam yang dihasilkan dari reaksi
antara asam asetat dan natrium hidroksida, bersifat asam lemah.
Sebaliknya,
amonium khlorida NH4Cl, garam yang terbentuk dari asam kuat HCl dan
basa lemah amonia, bersifat asam lemah. Fenomena ini disebut hidrolisis
garam.
Diagram skematik hidrolisis ditunjukkan di Gambar 9.1. Di
larutan dalam air, garam AB ada dalam kesetimbangan dengan sejumlah
kecil H+ dan OH- yang dihasilkan dari elektrolisis air menghasilkan asam
HA dan basa BOH (kesetimbangan dalam arah vertikal). Karena HA adalah
asam lemah, kesetimbangan berat ke arah sisi asam, dan akibatnya [H+]
menurun. Sebaliknya, BOH adalah basa kuat dan terdisosiasi sempurna, dan
dengan demikian todak akan ada penurunan konsentrasi OH-. Dengan adanya
disosiasi air, sejumlah H+ dan OH- yang sama akan terbentuk.
Dalam
kesetimbangan vertikal di Gambar 9.1, kesetimbangan asam ke arah bawah,
dan kesetimbangan basa ke arah atas. Akibatnya [OH-] larutan dalam air
meningkat untuk membuat larutannya basa. Penjelasan ini juga berlaku
untuk semua garam dari asam lemah dan basa kuat.
Gambar 9.1Hidrolisis garam.
Sebagai
rangkuman, dalam hidrolisis garam dari asam lemah dan basa kuat, bagian
anion dari garam bereaksi dengan air menghasilkan ion hidroksida.
A- + H2O –> HA + OH- (9.36)
Dengan menuliskan reaksi ini sebagai kesetimbangan, hidrolisis garam dapat diungkapkan dengan cara kuantitatif
A- + H2O HA + OH- (9.37)
Bila
h adalah derajat hidrolisis yang menyatakan rasio garam yang
terhidrolisis saat kesetimbangan. Tetapan kesetimbangan hidrolisis Kh
adalah:
Kh = [HA][OH-]/[A-] = (csh)2/cs(1 – h) = csh2/(1 – h) (9.38)
Kh
disebut tetapan hidrolisis, dan cs adalah konsentrasi awal garam. A-
adalah basa konjugat dari asam lemah HA dan Kh berhubungan dengan
konstanta disosiasi basanya. Akibatnya, hubungan berikut akan berlaku
bila konstanta disosiasi asam HA adalah Ka: jadi,
KaKh = Kw (9.39)
Bila h ≪ 1, Ka ≒csh; h ≒√(Kh/cs). Maka konsentrasi [OH-] dan [H+] diberikan oleh ungkapan:
[OH-] = csh ≒√(csKw/Ka) (9.40)
[H+] = Kw/[OH-] ≒√(KwKa/cs) (9.41)
Karena terlibat asam lemah,
Ka/cs < 1,
∴ [H+] < √Kw = 10-7 (9.42)
Jadi, garam dari asam lemah bersifat basa. Dengan cara yang sama, [H+] garam asam lemah dan basa kuta dinyatakan dengan:
[H+] = csh ≒√(csKw/Kb) (9.43)
Karena melibatkan basa lemah,
cs/Kb > 1,
∴ [H+] > √Kw = 10-7 (9.44)
Jadi, garamnya bersifat asam.
c. Kurva titrasi
Dalam reaksi netralisasi asam dan basa, atau b

0 komentar:
Posting Komentar