Hidrolisis Garam
04:34 Pencampuran larutan asam dengan larutan basa
akan menghasilkan garam dan air. Namun demikian, garam dapat bersifat
asam, basa maupun netral. Sifat garam bergantung pada jenis komponen
asam dan basanya. Garam dapat terbentuk dari asam kuat dengan basa kuat,
asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, atau asam
lemah dengan basa lemah. Jadi, sifat asam basa suatu garam dapat
ditentukan dari kekuatan asam dan basa penyusunnya. Sifat keasaman atau
kebasaan garam ini disebabkan oleh sebagian garam yang larut bereaksi
dengan air. Proses larutnya sebagian garam bereaksi dengan air ini
disebut hidrolisis (hidro yang berarti air dan lisis yang berarti
peruraian).
1. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat
Asam
kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion
garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga
larutan ini bersifat netral, pH larutan ini sama dengan 7.
Contoh
Larutan
KCl berasal dari basa kuat KOH terionisasi sempurna membentuk kation
dan anionnya. KOH terionisasi menjadi H + dan Cl - . Masing-masing ion
tidak bereaksi dengan air, reaksinya dapat ditulis sebagai berikut.
KCl (aq) → K + (aq) + Cl - (aq)
K + (aq) + H 2 O (l) →
Cl - (aq) + H 2 O (l) →
2. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah
Garam
yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis
sebagian (parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang
mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat asam, pH <7. Contoh
Amonium klorida (NH 4 Cl) merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat,
HCl dalam basa lemah NH 3 . HCl akan terionisasi sempurna menjadi H +
dan Cl - sedangkan NH 3 dalam larutannya akan terionisasi sebagian
membentuk NH 4 + dan OH - . Anion Cl - berasal dari asam kuat tidak
dapat terhidrolisis, sedangkan kation NH 4 + berasal dari basa lemah
dapat terhidrolisis. NH 4 Cl (aq) → NH 4 + (aq) + Cl - (aq) Cl - (aq) + H
2 O (l) → NH 4 + (aq) + H 2 O (l) → NH 3 (aq) + H 3 O + (aq) Reaksi
hidrolisis dari amonium (NH 4 + ) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi
ini menghasilkan ion oksonium (H 3 O + ) yang bersifat asam (pH<7).
Secara umum reaksi ditulis: BH + + H 2 O → B + H 3 O + 3. Garam dari
Asam Lemah dengan Basa Kuat Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan
basa kuat mengalami hidrolisis parsial dalam air. Garam ini mengandung
anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa
(pH > 7).
Contoh
Natrium asetat (CH 3 COONa) terbentuk dari
asam lemah CH 3 COOH dan basa kuat NaOH. CH 3 COOH akan terionisasi
sebagian membentuk CH 3 COO - dan Na + . Anion CH 3 COO - berasal dari
asam lemah yang dapat terhidrolisis, sedangkan kation Na + berasal dari
basa kuat yang tidak dapat terhidrolisis.
CH 3 COONa (aq) → CH 3 COO - (aq) + Na + (aq)
Na + (aq) + H 2 O (l) →
CH 3 COO - (aq) + H 2 O (l) → CH 3 COOH (aq) + OH - (aq)
Reaksi
hidrolisis asetat (CH 3 COO ‑ ) merupakan reaksi kesetimbangannya.
Reaksi ini menghasilkan ion OH ‑ yang bersifat basa (pH > 7). Secara
umum reaksinya ditulis:
A - + H 2 O → HA + OH -
4. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah
Asam
lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total
(sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam
air. Larutan garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal
ini bergantung dari perbandingan kekuatan kation terhadap anion dalam
reaksi dengan air.
Contoh
Suatu asam lemah HCN dicampur dengan
basa lemah, NH 3 akan terbentuk garam NH 4 CN. HCN terionisasi sebagian
dalam air membentuk H + dan CN - sedangkan NH 3 dalam air terionisasi
sebagian membentuk NH4+ dan OH-. Anion basa CN - dan kation asam NH 4 +
dapat terhidrolisis di dalam air.
NH 4 CN (aq) → NH 4 + (aq) + CN - (aq)
NH 4 + (aq) + H 2 O → NH 3(aq) + H 3 O (aq) +
CN - (aq) + H 2 O (e) → HCN (aq) + OH - (aq)
Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb)
-
Jika Ka < Kb (asam lebih lemah dari pada basa) maka anion akan
terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat basa. - jika Ka > Kb
(asam lebih kuat dari pada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih
banyak dalam larutan bersifat asam.
- Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral.

0 komentar:
Posting Komentar